//
you're reading...
Uncategorized

SUMPAH PEMUDA, GERAKAN KEPANDUAN, DAN KESENJANGAN SOSIAL


Sumpah Pemuda versi orisinal[2]:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Rumusan tulisan tangan Muh Yamin tersebut ditulisnya diselembar kertas dan dibacakan oleh Mr. Sunario pada sesi terakhir konggres . Muh Yamin menjelaskan bahwa ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Pada rapat hari kedua tanggal 28 Oktober 1928 pembicaraan membahas pendidikan. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Waktu berlalu begitu cepat, 17 tahun kemudian Indonesia merdeka. Semangat nasinalisme begitu membahana dengan slogan sekali merdeka tetap merdeka. Perkembangan selanjutnya, era pembangunan disegala bidang. Namun sendi-sendi pemersatu bangsa mulai luntur. Pembangunan belum merata, tujuan pendirian negara belum sepenuhnya dilasanakan. Media cetak dan elektronik menyuguhkan berita sekolahan ambruk, anak-anak busung lapar, bayi disandera karena orang tua tidak mampu membiayai persalinan, uang negara dikorup sampai-sampai kepala negara bingung.

Indonesia menunggu sang pencerah yang bisa membawa Indonesia keluar dari keprihatinan bangsa. Kesenjangan sosial menganga lebar sementara nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan melalui gerakan kepanduan mulai ditinggalkan. Aksi solidaritas menyuguhkan drama pamer kekayaan. Indonesia

About Ibnu Anwar

jangan bertanya saya sudah menjadi apa tapi bertanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk bangsa ini!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: